Tampilkan postingan dengan label Hardware. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hardware. Tampilkan semua postingan

Motherboard Form Factor

Selamat siang blogger! Terutama buat para PC builder dan Hardware Geeks atau yang sekedar penasaran dan ingin tahu soal Motherboard. Pada artikel kali ini Fajar khusus akan membahas aneka ukuran motherboard end user yang banyak beredar di pasaran. Jadi kita cuma bahas ukuran, cuma bahas yang end user, cuma bahas yang masih banyak beredar, dan beberapa hal yang berkaitan. 

Kenapa #1 cuma itu? Supaya artikelnya tidak terlalu panjang, satu artikel blog seharusnya selesai dibaca dalam waktu kurang dari 5 menit.
Kenapa #2 cuma itu? Fajar belum pernah merakit komputer berkebutuhan khusus macam server, bit mining, industrial engineering, integrated environment, dan sebagainya.
Kenapa #3 cuma itu? Supaya item yang Fajar bahas bisa anda temui di toko komputer terdekat. Jadi sekalian bisa digunakan sebagai panduan belanja.
Kenapa #4 cuma itu? Ini bukan technical data sheet, tugas akhir mata kuliah atau Company product profile, apalagi pengajuan sertifikasi halal ke MUI. Cuma artikel ringan tapi informatif dari Fajar.
Kenapa #5 cuma itu? Fajar tidak mau didebat soal keabsahan / validasi data yang tertera disini. Apalagi kalau mau mempermasalahkan ketelitian metriks sampai sedetil - detilnya.
Kenapa #6 cuma itu? ...... Please Bitch! ..... Bisa kita mulai sekarang?
skala dimensi tiap form factor

perbandingan fisik tiap form factor





Entah bagaimana ukuran motherboard komputer saat pertama kali diproduksi tahun 1960'an dulu. Yang jelas saat ini ada beberapa komponen yang menentukan ukuran / form factor (mulai sekarang kita sebut "Form Factor" ya? OK? Deal! lanjut) sebuah motherboard. Yaitu :
  • Dimensi ( panjang x lebar )
  • Jenis Power Supply yang dibutuhkan
  • Jumlah Port pada Back I/O panel
  • Jumlah slot interface (Processor, RAM, IDE, SATA, PCIe, dll)
  • Jumlah dan letak lubang sekrup
Standarisasi dilakukan supaya tiap produsen hardware tidak kesulitan dalam menentukan kompatibilitas produk mereka saat dilepas ke pasaran nanti. Juga untuk mempermudah konsumen dalam membeli, merakit dan menggunakan hardware sesuai dengan fungsi yang mereka harapkan. Akhirnya ditetapkanlah beberapa standar form factor berdasarkan poin - poin yang Fajar sebutkan sebelumnya. Sebetulnya ada banyak, Tapi Fajar hanya akan membahas 3 form factor. Yaitu ATX, Micro ATX dan Mini ITX.

3 form factor ini masih memiliki I/O ports yang seragam
Form Factor facts
Masing - masing form factor ditujukan untuk penggunaan yang berbeda. Mini ITX yang mungil dan minim slot ekspansi biasanya digunakan untuk komputer dengan tujuan tunggal. Seperti komputer kasir, HTPC, atau Silent Small FFPC untuk aneka kebutuhan. Mengingat keterbatasan Mini ITX, junlah hardware yang bisa diaplikasikan pun tidak bisa sebanyak motherboard lainnya. Namun hal ini tidak lantas menjadikan Mini ITX sebagai motherboard murah dan apa adanya. Seringkali Mini ITX harganya justru lebih mahal daripada Micro ATX.

Beberapa contoh Mini ITX PC


Micro ATX dengan harganya yang relatif murah, dan slot ekspansi yang lumayan menjadikannya pilihan di banyak segmen. Mulai dari penggunaan pribadi maupun untuk keperluan komersial. Dengan penambahan hardware yang tepat, sebuah motherboard Micro ATX sudah cukup kuat untuk menjalankan berbagai tugas. Mulai dari entry level gaming PC, atau sekedar scan dan print dokumen. Rasanya Fajar tak perlu menyebutkan satu persatu, karena Micro ATX banyak digunakan pada komputer di kantor, sekolah, dan tempat lainnya dimana fungsi dasar komputer dibutuhkan.

Mengingatkan anda pada sesuatu?
Slot ekspansi yang berlimpah, fitur tambahan yang lengkap juga chipset tertinggi adalah hal yang biasa ditemui pada motherboard Full ATX atau biasa disebut ATX saja. Makanya penggunaanya pun tidak sembarangan, dan hardware yang ditancapkan juga harus yang terbaik dengan spek tertinggi di kelasnya. Jangan heran kalau satu set high end PC harganya bisa puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Karena pekerjaan yang dibebankan memang membutuhkan semua hal ini. Overclocking Processor, Multi VGA dengan konfigurasi Nvidia SLI atau AMD Radeon Crossfire, watercooling system, sampai RAID storage bisa dimaksimalkan pada motherboard ATX.

Lebih mahal dari mobil anda? Lalu untuk apa?

Semua yang bisa anda bayangkan ....

The Three Mobosteer

Jadi ......
Sudah punya gambaran? Motherboard dengan form factor apa yang anda butuhkan? Mini ITX, Micro ATX atau Full ATX? Sudah buat rancangan anggaran belanjanya juga? Atau masih bingung? Pada artikel berikutnya, Fajar buatkan panduan beserta rekomendasi untuk masing - masing form factor. Jadi jangan kemana - mana!

Cara membaca spek dari kartu VGA Komputer


Cara membaca spek dari kartu VGA :


1. Merk dan kode arsitektur dari kartu VGA tersebut. Seperti dalam contoh adalah HIS Radeon HD 7730 yang menggunakan sistem pendingin "iCooler". Akan saya jelaskan pada artikel tersendiri bagaimana cara membaca dan menilai arsitektur dari sebuah kartu VGA

2. Memory VGA atau VRAM
Fungsinya sama dengan RAM yang terpasang pada komputer, hanya saja VRAM / Memory VGA ini dimiliki dan di khususkan fungsinya hanya untuk pengolahan grafis yang dijalankan oleh kartu VGA. terbagi lagi menjadi 3 bagian :

2.1 Memory clock yaitu kecepatan kartu VGA dalam mengakses data yang tersimpan dalam VRAM. Semakin tinggi nilainya, maka semakin baik pula VGA tersebut.

2.2 Memory Size yaitu kapasitas dari VRAM yang dimiliki oleh kartu VGA. Banyak orang salah kaprah dan menilai performa sebuah kartu VGA hanya dari kapasitas memorinya saja. Padahal sebuah kartu VGA yang memiliki kapasitas VRAM 2GB tidak selalu lebih baik dari sebuah kartu VGA yang memiliki VRAM hanya 1GB. Tapi pada umumnya kapasitas VRAM juga ikut menentukan seberapa besar resolusi gambar yang dapat diolah oleh sebuah kartu VGA. Karena resolusi 1366x768pixel tentu akan membutuhkan kapasitas VRAM yang lebih besar dari resolusi 1200x720pixel. Umumnya kapasitas VRAM sebesar 1GB sudah cukup untuk menjalankan resolusi full HD pada satu layar monitor. Jadi kalau anda berencana untuk menggunakan 2 atau lebih layar monitor dengan fitur "Radeon Eyefinity" atau "Nvidia Surround" tentu anda membutuhkan kartu VGA dengan VRAM yang lebih besar.

2.3 Memory Type yaitu jenis memory yang digunakan pada kartu VGA. seperti GDDR5 di contoh, sebetulnya adalah memory jenis DDR3 yang telah dioptimalisasi fungsinya untuk mengolah data grafis. Kebanyakan kartu VGA yang beredar saat ini menggunakan 2 jenis memory tadi (GDDR5 dan DDR3) walaupun mungkin masih ada kartu VGA keluaran lama yang masih menggunakan DDR2. Untuk performanya jelas GDDR5 lebih baik dari DDR3, apalagi dari DDR2.

2.4 Memory Interface atau disebut juga Memory Bus Width alias lebar spektrum data. Kartu VGA mempunyai processor sendiri yang mengolah sejumlah data dari VRAM dalam satu satuan waktu. Nah, di VGA yang saya contohkan ini dalam 1 cycle proses ada 128bit data yang diproses dari dan menuju VRAM oleh processor VGA. Ada beberapa macam bus width pada kartu VGA yang sekarang beredar dipasaran. Mulai dari 64bit, 128bit, 192bit, 256bit hingga yang tertinggi 512bit. Untuk performanya, semakin lebar bus width maka semakin baik pula kinerja VGA tersebut.

3. PCI-e adalah jenis slot atau colokan yang menghubungkan antara kartu VGA dengan motherboard komputer anda. Disini tertulis PCI-express x16 (PCI-express 3.0) yang maksudnya kartu VGA ini menggunakan jenis slot PCI-e 3.0 dan berjalan pada kecepatan x16. Seperti pada gambar keterangan lanjutan no 3.1 di bawah. Lalu bagaimana bila seandainya motherboard komputer anda mempunyai 2 jenis slot PCI-e seperti pada gambar? Dan anda salah menempatkan kartu VGA ... Tak perlu kuatir, karena kartu VGA anda tetap akan berfungsi walau dengan sedikit penurunan performa. Karena pada gambar :

3.1 PCI-e x16 bisa dilihat dari pin logam pada lubang - lubang di tepi slot PCI-e. Ini maksudnya terdapat 16 jalur pin pada slot PCI-e tersebut.

3.2 PCI-e x8 sama seperti x16 tetapi hanya terdapat 8 jalur pin saja

Walaupun x16 sudah pasti lebih cepat dari x8, anda masih dapat menukar tempat pemasangan dari kartu VGA. Hasil berbagai benchmark juga membuktikan, bahkan kartu VGA terbaik sekalipun belum mampu menggunakan lebar jalur x16 secara maksimal. Jadi tidak ada masalah berarti kalau misalkan anda salah tempat memasang kartu VGA.

4.DVI/HDMI/VGA ini adalah port output dari kartu VGA contoh. Anda tentu sudah tahu bukan?

4.1 adalah port VGA D-Sub
4.2 adalah port HDMI
4.3 adalah port DVI-D

Jadi anda tinggal menyesuaikannya dengan Layar Monitor milik anda.

5. Core Clock sempat saya singgung pada bagian VRAM tadi. Core Clock adalah frekuensi kecepatan processor dari kartu VGA untuk memproses data. Semakin tinggi frekuensinya, semakin cepat proses perhitungannya, namun juga berdampak semakin tinggi panas yang dihasilkan dan semakin boros daya yang dibutuhkan. Tapi kita tidak bisa langsung membandingkan performa sebuah kartu VGA hanya dari Core clocknya saja. karena VGA bekerja tidak seperti CPU. Arsitektur yang digunakan oleh sebuah VGA lebih banyak berpengaruh pada kinerjanya. Processor VGA jumlah corenya jauh lebih banyak dari Processor CPU, tapi dengan jumlah transistor yang jauh lebih sedikit di tiap core. Biasanya core clock sebuah VGA tidak begitu dianggap, karena ambigu dan sangat sulit membandingkannya.

video-entry

featured-content

featured-content

featured-content

featured-content